Cari Blog Ini

Jumat, 12 Juli 2013

novel memoar of geisha karya Arthur Golden



a.                  Tokoh dan Perwatakan
Ø  Tokoh
a.       Tokoh Utama
Tokoh utama pada novel Memoirs of a Geisha adalah Sayuri-San. Ia adalah tokoh yang masih berusia dibawah umur dan harus menjadi seorang Geisha. Awalnya dia mengira akan diangkat untuk menjadi anak Tuan Tanaka, namun perkiraan tersebut. Dia dijual kepada orang-orang yang menampung anak-anak seperti dia untuk dijadikan Geisha. Dia dilempar kesana kemari oleh penjual tersebut hingga dia dan kakanya “Satsu” berada di kota Okiya. Dia tidak berkumpul dengan kakanya, Sayuri dan kakanya berpisah lantaran dari orang yang akan merawatnya. Selama menjadi seorang Geisha, Sayuri disiksa habis-habisan oleh Ibu dan nenek, terutama Hatsumomo yang tidak menyukai Sayuri berada di Rumah Teh tersebut.

b.      Tokoh Bawahan
Tokoh bawahan merupakan pendukung tokoh utama. Tokoh bawahan pada novel Memoirs of a Geisha adalah Tuan Tanaka, Sakamoto Minoro (ayah), Junichiro, Masao, Satsu (kakak), Dr. Miura, Tuan Yamamura, Sugi (asisten Tuan Tanaka), Bu Gelisah, Kuniko, Nyonya Sugi, Tuan Beku, Bibi, Ibu, Nenek, Guru Nezumi, Yoko, Koichi-San (kekasih Hatsumomo), Iwamura Ken (seorang bangsawan di Kyoto yang sering dipanggil Ketua), Hatsumomo (seorang Geisha senior di Okiya Nitta), Labu ( kawan Sayuri di Okiya Nitta sekaligus saingannya sebagai Geisha) dan Nobu (seorang bangsawan Kyoto dan kawan akrab Ketua).

Ø  Perwatakan
Setiap tokoh dalam novel memiliki watak tertentu sesuai dengan peran yang dikehendaki pengarang. Kenney (1966:28) berpendapat bahwa ada dua macam watak, yaitu watak datar( flat karakter) dan watak bulat ( round karakter). Watak datar yaitu watak tokoh yang tidak mengalami perubahan dari awal sampai akhir cerita. Watak bulat yaitu watak tokoh mengalami perubahan selama cerita berlangsung. Cerita-cerita klasik dan tradisional pada umumnya menampilkan tokoh-tokoh cerita yang berwatak datar. Demikian pula tokoh-tokoh dalam novel Memoirs of a Geisha. Hal tersebut terbukti pada data berikut:

a.       Sayuri                    : baik, sabar, ceroboh, polos dan lugu
b.      Satsu                     : pendiam, baik, dan polos
c.       Sakamoto Minoro : baik dan sabar.
d.      Hatsumomo           : keras, jahat, suka fitnah
e.       Ibu                         : keras dan jahat
f.       Nenek                    : keras dan jahat
g.      Bibi                       : baik hati, sabar
h.      Tuan tanaka           : jahat, pembohong
i.        Yoko                     : baik hati
j.        Dr. Miura              : baik hati dan suka membantu
k.      Tuan Bekku           : jahat
l.        Guru Nezumi        : keras namun baik
m.    Labu                      : baik hati


b.                  Konflik
Konflik yang terdapat pada novel Memoir of a Geisha yaitu konflik batin dan konflik fisik.
a.      Konflik batin
Konflik batin Adalah konflik yang terjadi antara satu ide dengn ide lain dan antara seorang dengan batinnya sendiri atau dengan hatinya.konflik batin yang terjadi dalam novel Memoir of a Geisha adalah dima pelaku utama selalu berdialog dengan para pelaku-pelaku lainnya yang terutama Hatsumomo yang sangat keras dan tidak suka kepada Sayuri.
b.      Konflik Fisik
Konflik fisik yang terjadi pada novel Memoirs of a Geisha adalah konflik antara manusia dengan manusia. Konflik fisik tersebut yaitu Sayuri yang selalu di fitnah dan selalu di siksa oleh Ibu karena atas tuduhan Hatsumumo terhadap Sayuri.

c.                   Alur
Alur merupakan susunan cerita. Setiap pengarang mempunyai cara untuk menyusun ceritanya. Menurut Oemarjati (1967) menyatakan alur adalah struktur penyusunan kejadian-kejadian dalam cerita yang disusun secara logis dan rangkaian kejadian itu saling terjalin dalam hubungan kausalitas. Berikut alur pada novel Memoirs of a Geisha:

a. Exposition                 : didalam novel Memoirs of a Geisha pada awalnya diceritakan tentang kehidupan Sayuri yang tinggal di Yoroido, yaitu suatu daerah yang mayoritasnya adalah nelayan, termasuk Ayah Sayuri. Keluarga Sayuri merupakan keluarga yang miskin, ketika ibunya meninggal Sayuri dan kakaknya di bawa ke Kyoto.
b. Inciting force            : sejak tiba di Kyoto, Sayuri berusaha keras untuk melarikan diri dari Okiya untuk bertemu dengan kakaknya, namun Sayuri gagal. Karena Sayuri terlanjur melarikan diri dan gagal, Sayuri dihukum untuk tidak ikut bersekolah layaknya para calon Geisha lainnya, kemudian diancam menjadi pelayan seumur hidup.
c. Rising action             : Sayuri tidak bersekolah dan hanya jadi pembantu di Okiya serta jadi kambing hitamnya Hatsumomo, membuat Sayuri bersedih dan merenung di tepi sungai Shirakawa. Namun tiba-tiba diluar kebiasaan seorang bangsawan, Iwamura Ken datang menhampiri Sayuri dan menghiburnya. Hal ini lah yang membuat Sayuri berusaha menjadi seorang Geisha.
d. Crisis                         : Sayuri bertemu dengan Mameha. Melihat kelebihan yang dimiliki Sayuri membuat Mameha mengadopsi Sayuri sebagai adik angkatnya. Mameha mengajari Sayuri banyak hal tentang Geisha. Mameha dan Hatsumomo merupakan Geisha yang terkenal pada masa itu di Kyoto. Hatsumomo selalu menganggap Mameha adalah saingannya. Karena Mameha mengadopsi Sayuri membuat Hatsumomo berusaha keras mendidik Labu (salah satu calon Geisha) dan menantang Mameha bersaing menjadikan adik angkat mereka menjadi Geisha yang paling terkenal dimata para bangsawan.
e. Climax                       : Dalam persaingannya, Sayuri berhasil menjadi Geisha yang terbaik dan terkenal saat itu di Kyoto. Hingga membuat Nobu (salah satu bangsawan terkaya di Kyoto dan sahabat Iwamura Ken) ingin menjadi danna sayuri. Sedangkan Sayuri sangat mencintai Iwamura Ken sejak pertemuan pertama di sungai Shirakawa. Sayuri sangat takut dan berusaha untuk membuat Nobu agar tidak menjadi danna Sayuri. Sayuri berusaha untuk menghalangi Nobu hingga melakukan hal-hal bodoh yang memepertaruhkan kehormatannya.
f. Falling action             : Sayuri pada akhirnya sadar dan pasrah bahwa Nobu adalah takdirnya. Namun Iwamura Ken tiba-tiba ingin bertemu dengan Sayuri dan membawa Sayuri jauh dari Nobu. Kemudian Sayuri di bawa ke New York dan berhenti menjadi Geisha. Disana Sayuri membuka bar kecil sebagai aktivitasnya untuk orang-orang Jepang yang berkunjung ke New York.

d.                  Latar
a.      Latar Tempat
Latar tempat menyaran lokasi terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi. Unsur tempat yang dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas. Penggunaan latar tempat dengan nama-nama tertentu haruslah mencerminkan atau tidak bertentangan dengan sifat dan keadaan geografis tempat yang bersangkutan. Deskripsi tempat secara teliti dan realistis ini penting untuk mengesani pembaca seolah-olah hal yang diceritakan itu sungguh-sungguh ada dan terjadi ditempat dan waktu seperti yang diceritakan itu.
Latar tempat dalam novel Memoirs Of a Geisha ini adalah ada di Yoroido, Kyoto dan New York. Hal tersebut bisa dilihat dari cuplikan dibawah ini:
Cuplikan hal 102
“Aku ingat betul bahwa suatu hari di Yoroido dulu seorang nak laki-laki mendorongku ke semak berduri dekat kolam Ketika aku berhasil susah payah melepaskan diri semak itu, aku marah sekali sampai bisa menggigit putus kayu.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang pertama adalah di Yoroido. Yoroido adalah nama sebuah perkampungan nelayan di sekitar Senzuru. Dari Senzuru diperkirakan 2 kali naik kreta api ke Kyoto dan perjalanannya mulai pagi hingga sore hari tiba di Kyoto. Di Yoroido adalah tempat dimana Sayuri tinggal bersama keluarganya hingga berusia 9 tahun sebelum di jual ke Kyoto.
Cuplikan hal 200
“Tur ini meninggalkan kesan yang cukup mendalam bagiku, karena inilah pertama kalinya aku melihat luasnya kota Kyoto yang terhampar di luar batas-batas Gion kecil kami , apalagi ini pertama kalinya aku naik limusin.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang kedua ada di Kyoto. Kyoto adalah kota tempat Chiyo dijual oleh tuan Tanaka ke sebuah Okiya yang disebut dengan Okiya Nitta pada usia 9 tahun. Dan disinilah Sayuri memulai karirnya sebagai Geisha yang sukses pada usia yang sangat muda.

Cuplikan hal 471
“Tetapi New York adalah kota yang sangat menggairahkan. Dalam waktu singkat New york terasa seperti rumah sendiri, seperti Gion.“
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang ketiga yaitu New York. New York adalah kota tempat Sayuri menghabiskan masa tuanya setelah pensiun dari Geisha dan menjalani hidup dengan Ketua.




b. Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan masalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah karya fiksi. Masalah kapan tersebut biasanya dihubungkan dengan waktu faktual. Latar waktu juga harus dikaitkan dengan latar tempat atau latar sosial sebab pada kenyataannya memang saling berkaitan. Dalam novel ini latar waktu ditunjukkan pada cuplikan sebagai berikut:
Cuplikan hal 90 “Aku saat itu tidak tau, tetapi jalan-jalan sepi gara-gara depresi besar atau zaman Malaise. di era lain Miyagawa –Cho bisa saja jauh lebih ramai daripada Gion.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar waktu pada zaman Malaise. Zaman Malaise adalah masa terjadinya krisis perekonomian di dunia yang terjadi sekitar tahun 1930_an. Termasuk di Jepang, selain terlibat perang Dunia ke II juga terjadi kesulitan ekonomi yang disebut kuraitani yang artinya lembah kegelapan.
Cuplikan hal 467
“Tetapi dalam musim gugur 1952, aku menemani Ketua dalam perjalanan keduanya ke Amerika Serikat.”
Cuplikan hal 364
“Sementara sebagian besar orang Jepang hidup dalam lembah kegelapan sepanjang tahun 1930-an, misalnya di Gion kami masih dihangati oleh sedikit matahari.” Kedua cuplikan diatas menunjukkan cerita ini berlangsung pada zaman Showa yang berlangsung dari tahun 1926 - 1989.


c. Latar Sosial
Latar sosial menyarankan pada hal-hal yang berhubungan dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat disuatu tempat yang diceritakan dalam karya fiksi. Tata cara kehudupan sosial masyarakat mencakup berbagai masalah dalam lingkup yang cukup kompleks, dapat berupa kebiasaan hidup, adat istiadat, tradisi, keyakinan , pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap dan lain-lain. Disamping itu latar sosil juga berhubungan dengan status sosial tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas. Dalam novel Memoirs of a Geisha terdapat ruang lingkup, tempat dan waktu sebgai wahana para tokoh-tokohnya mengalami berbagai pengalaman kehidupannya. Peristiwa-peristiwa dalam novel ini terjadi dalam tiga tempat, yakni Yoroidi, Kyoto dan New York.
Kyoto dalam novel ini lebih spesifik lagi ditempatkan di Tominaga-cho di distrik Gion, yang merupakan salah satu pusat Geisha yang terkenal di Jepang pada saat itu. Pada umur 9 tahun Sayuri datang ke Kyoto dan menetap disana kira-kira 28 tahun. Keadaan Kyoto dalam novel ini terjadi pada tahun 1930 sampai 1940-an yang dalam kurun waktu tersebut telah menjadi salah satu kota besar di Jepang. Wilayahnya terdiri dari jalan-jalan yang besar, kiri dan kanannya berjejer rumah dan bangunan-bangunan besar. Karena telah mempergunakan listrik, di tepi jalan juga sudah menggunakan lampu-lampu kota yang indah.
Kyoto memiliki penduduk yang cukup padat sehingga di seputaran kota dapat dilihat orang banyak berlalu-lalang, sepeda, mobil, dan truk. Selain itu stasiun kreta api merupakan salah satu sarana transportasi antar daerah yang utama pada saat itu.  Jalannya membentang dan berblok-blok, ditepinya berderet rumah-rumah kayu yang berdempetan, yang sebagian besarnya adalah Okiya yaitu rumah-rumah Geisha. Sedangkan distrik Gion itu sendiri merupakan daerah Kyoto yang dibelah oleh sungai shirakawa.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar