a.
Tokoh
dan Perwatakan
Ø
Tokoh
a. Tokoh
Utama
Tokoh utama pada novel Memoirs of a Geisha adalah Sayuri-San.
Ia adalah tokoh yang masih berusia dibawah umur dan harus menjadi seorang
Geisha. Awalnya dia mengira akan diangkat untuk menjadi anak Tuan Tanaka, namun
perkiraan tersebut. Dia dijual kepada orang-orang yang menampung anak-anak
seperti dia untuk dijadikan Geisha. Dia dilempar kesana kemari oleh penjual
tersebut hingga dia dan kakanya “Satsu” berada di kota Okiya. Dia tidak
berkumpul dengan kakanya, Sayuri dan kakanya berpisah lantaran dari orang yang
akan merawatnya. Selama menjadi seorang Geisha, Sayuri disiksa habis-habisan
oleh Ibu dan nenek, terutama Hatsumomo yang tidak menyukai Sayuri berada di
Rumah Teh tersebut.
b. Tokoh
Bawahan
Tokoh bawahan merupakan pendukung tokoh utama. Tokoh
bawahan pada novel Memoirs of a Geisha adalah Tuan Tanaka, Sakamoto Minoro
(ayah), Junichiro, Masao, Satsu (kakak), Dr. Miura, Tuan Yamamura, Sugi
(asisten Tuan Tanaka), Bu Gelisah, Kuniko, Nyonya Sugi, Tuan Beku, Bibi, Ibu,
Nenek, Guru Nezumi, Yoko, Koichi-San (kekasih Hatsumomo), Iwamura Ken (seorang bangsawan di Kyoto yang sering dipanggil
Ketua), Hatsumomo (seorang Geisha senior di Okiya Nitta), Labu ( kawan Sayuri
di Okiya Nitta sekaligus saingannya sebagai Geisha) dan Nobu (seorang bangsawan
Kyoto dan kawan akrab Ketua).
Ø Perwatakan
Setiap
tokoh dalam novel memiliki watak tertentu sesuai dengan peran yang dikehendaki
pengarang. Kenney (1966:28) berpendapat bahwa ada dua macam watak, yaitu watak
datar( flat karakter) dan watak bulat ( round karakter). Watak datar yaitu
watak tokoh yang tidak mengalami perubahan dari awal sampai akhir cerita. Watak
bulat yaitu watak tokoh mengalami perubahan selama cerita berlangsung.
Cerita-cerita klasik dan tradisional pada umumnya menampilkan tokoh-tokoh
cerita yang berwatak datar. Demikian pula tokoh-tokoh dalam novel Memoirs of a
Geisha. Hal tersebut terbukti pada data berikut:
a.
Sayuri : baik, sabar, ceroboh,
polos dan lugu
b.
Satsu : pendiam, baik, dan polos
c.
Sakamoto Minoro : baik dan sabar.
d.
Hatsumomo : keras, jahat, suka fitnah
e.
Ibu : keras dan jahat
f.
Nenek : keras dan jahat
g.
Bibi : baik hati, sabar
h.
Tuan tanaka : jahat, pembohong
i.
Yoko : baik hati
j.
Dr. Miura : baik hati dan suka membantu
k.
Tuan Bekku : jahat
l.
Guru Nezumi : keras namun baik
m.
Labu : baik hati
b.
Konflik
Konflik yang
terdapat pada novel Memoir of a Geisha yaitu konflik batin dan konflik fisik.
a.
Konflik
batin
Konflik batin Adalah konflik yang
terjadi antara satu ide dengn ide lain dan antara seorang dengan batinnya
sendiri atau dengan hatinya.konflik batin yang terjadi dalam novel Memoir of a
Geisha adalah dima pelaku utama selalu berdialog dengan para pelaku-pelaku
lainnya yang terutama Hatsumomo yang sangat keras dan tidak suka kepada Sayuri.
b.
Konflik
Fisik
Konflik fisik yang terjadi pada
novel Memoirs of a Geisha adalah konflik antara manusia dengan manusia. Konflik
fisik tersebut yaitu Sayuri yang selalu di fitnah dan selalu di siksa oleh Ibu
karena atas tuduhan Hatsumumo terhadap Sayuri.
c.
Alur
Alur merupakan susunan cerita. Setiap pengarang mempunyai cara untuk
menyusun ceritanya. Menurut Oemarjati (1967) menyatakan alur adalah struktur
penyusunan kejadian-kejadian dalam cerita yang disusun secara logis dan
rangkaian kejadian itu saling terjalin dalam hubungan kausalitas. Berikut alur
pada novel Memoirs of a Geisha:
a. Exposition : didalam novel Memoirs of a
Geisha pada awalnya diceritakan tentang kehidupan Sayuri yang tinggal di
Yoroido, yaitu suatu daerah yang mayoritasnya adalah nelayan, termasuk Ayah
Sayuri. Keluarga Sayuri merupakan keluarga yang miskin, ketika ibunya meninggal
Sayuri dan kakaknya di bawa ke Kyoto.
b. Inciting force : sejak tiba di Kyoto, Sayuri
berusaha keras untuk melarikan diri dari Okiya untuk bertemu dengan kakaknya,
namun Sayuri gagal. Karena Sayuri terlanjur melarikan diri dan gagal, Sayuri
dihukum untuk tidak ikut bersekolah layaknya para calon Geisha lainnya,
kemudian diancam menjadi pelayan seumur hidup.
c. Rising action : Sayuri tidak bersekolah dan hanya
jadi pembantu di Okiya serta jadi kambing hitamnya Hatsumomo, membuat Sayuri
bersedih dan merenung di tepi sungai Shirakawa. Namun tiba-tiba diluar
kebiasaan seorang bangsawan, Iwamura Ken datang menhampiri Sayuri dan
menghiburnya. Hal ini lah yang membuat Sayuri berusaha menjadi seorang Geisha.
d. Crisis : Sayuri bertemu dengan
Mameha. Melihat kelebihan yang dimiliki Sayuri membuat Mameha mengadopsi Sayuri
sebagai adik angkatnya. Mameha mengajari Sayuri banyak hal tentang Geisha.
Mameha dan Hatsumomo merupakan Geisha yang terkenal pada masa itu di Kyoto.
Hatsumomo selalu menganggap Mameha adalah saingannya. Karena Mameha mengadopsi
Sayuri membuat Hatsumomo berusaha keras mendidik Labu (salah satu calon Geisha)
dan menantang Mameha bersaing menjadikan adik angkat mereka menjadi Geisha yang
paling terkenal dimata para bangsawan.
e. Climax : Dalam persaingannya,
Sayuri berhasil menjadi Geisha yang terbaik dan terkenal saat itu di Kyoto.
Hingga membuat Nobu (salah satu bangsawan terkaya di Kyoto dan sahabat Iwamura
Ken) ingin menjadi danna sayuri. Sedangkan Sayuri sangat mencintai Iwamura Ken
sejak pertemuan pertama di sungai Shirakawa. Sayuri sangat takut dan berusaha
untuk membuat Nobu agar tidak menjadi danna Sayuri. Sayuri berusaha untuk
menghalangi Nobu hingga melakukan hal-hal bodoh yang memepertaruhkan
kehormatannya.
f. Falling action : Sayuri pada akhirnya sadar dan
pasrah bahwa Nobu adalah takdirnya. Namun Iwamura Ken tiba-tiba ingin bertemu
dengan Sayuri dan membawa Sayuri jauh dari Nobu. Kemudian Sayuri di bawa ke New
York dan berhenti menjadi Geisha. Disana Sayuri membuka bar kecil sebagai
aktivitasnya untuk orang-orang Jepang yang berkunjung ke New York.
d.
Latar
a.
Latar
Tempat
Latar tempat menyaran lokasi
terjadinya peristiwa yang diceritakan dalam karya fiksi. Unsur tempat yang
dipergunakan mungkin berupa tempat-tempat dengan nama tertentu, inisial
tertentu, mungkin lokasi tertentu tanpa nama jelas. Penggunaan latar tempat dengan
nama-nama tertentu haruslah mencerminkan atau tidak bertentangan dengan sifat
dan keadaan geografis tempat yang bersangkutan. Deskripsi tempat secara teliti
dan realistis ini penting untuk mengesani pembaca seolah-olah hal yang
diceritakan itu sungguh-sungguh ada dan terjadi ditempat dan waktu seperti yang
diceritakan itu.
Latar tempat dalam novel
Memoirs Of a Geisha ini adalah ada di Yoroido, Kyoto dan New York. Hal tersebut
bisa dilihat dari cuplikan dibawah ini:
Cuplikan hal 102
“Aku ingat betul bahwa suatu hari di Yoroido dulu
seorang nak laki-laki mendorongku ke semak berduri dekat kolam Ketika aku
berhasil susah payah melepaskan diri semak itu, aku marah sekali sampai bisa
menggigit putus kayu.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang pertama
adalah di Yoroido. Yoroido adalah nama sebuah perkampungan nelayan di sekitar
Senzuru. Dari Senzuru diperkirakan 2 kali naik kreta api ke Kyoto dan
perjalanannya mulai pagi hingga sore hari tiba di Kyoto. Di Yoroido adalah
tempat dimana Sayuri tinggal bersama keluarganya hingga berusia 9 tahun sebelum
di jual ke Kyoto.
Cuplikan hal 200
“Tur ini meninggalkan kesan yang cukup mendalam
bagiku, karena inilah pertama kalinya aku melihat luasnya kota Kyoto yang
terhampar di luar batas-batas Gion kecil kami , apalagi ini pertama kalinya aku
naik limusin.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang kedua
ada di Kyoto. Kyoto adalah kota tempat Chiyo dijual oleh tuan Tanaka ke sebuah
Okiya yang disebut dengan Okiya Nitta pada usia 9 tahun. Dan disinilah Sayuri
memulai karirnya sebagai Geisha yang sukses pada usia yang sangat muda.
Cuplikan hal 471
“Tetapi New York adalah kota yang sangat
menggairahkan. Dalam waktu singkat New york terasa seperti rumah sendiri,
seperti Gion.“
Cuplikan diatas menunjukkan latar tempat yang ketiga
yaitu New York. New York adalah kota tempat Sayuri menghabiskan masa tuanya
setelah pensiun dari Geisha dan menjalani hidup dengan Ketua.
b.
Latar Waktu
Latar waktu berhubungan dengan
masalah kapan terjadinya peristiwa-peristiwa yang diceritakan dalam sebuah
karya fiksi. Masalah kapan tersebut biasanya dihubungkan dengan waktu faktual.
Latar waktu juga harus dikaitkan dengan latar tempat atau latar sosial sebab
pada kenyataannya memang saling berkaitan. Dalam novel ini latar waktu
ditunjukkan pada cuplikan sebagai berikut:
Cuplikan hal 90 “Aku saat itu tidak tau, tetapi
jalan-jalan sepi gara-gara depresi besar atau zaman Malaise. di era lain
Miyagawa –Cho bisa saja jauh lebih ramai daripada Gion.”
Cuplikan diatas menunjukkan latar waktu pada zaman
Malaise. Zaman Malaise adalah masa terjadinya krisis perekonomian di dunia yang
terjadi sekitar tahun 1930_an. Termasuk di Jepang, selain terlibat perang Dunia
ke II juga terjadi kesulitan ekonomi yang disebut kuraitani yang artinya lembah
kegelapan.
Cuplikan hal 467
“Tetapi dalam musim gugur 1952, aku menemani Ketua
dalam perjalanan keduanya ke Amerika Serikat.”
Cuplikan hal 364
“Sementara sebagian besar orang Jepang hidup dalam
lembah kegelapan sepanjang tahun 1930-an, misalnya di Gion kami masih dihangati
oleh sedikit matahari.” Kedua cuplikan diatas menunjukkan cerita ini
berlangsung pada zaman Showa yang berlangsung dari tahun 1926 - 1989.
c. Latar
Sosial
Latar sosial menyarankan pada hal-hal yang berhubungan
dengan perilaku kehidupan sosial masyarakat disuatu tempat yang diceritakan
dalam karya fiksi. Tata cara kehudupan sosial masyarakat mencakup berbagai
masalah dalam lingkup yang cukup kompleks, dapat berupa kebiasaan hidup, adat
istiadat, tradisi, keyakinan , pandangan hidup, cara berpikir dan bersikap dan
lain-lain. Disamping itu latar sosil juga berhubungan dengan status sosial
tokoh yang bersangkutan, misalnya rendah, menengah, atau atas. Dalam novel
Memoirs of a Geisha terdapat ruang lingkup, tempat dan waktu sebgai wahana para
tokoh-tokohnya mengalami berbagai pengalaman kehidupannya. Peristiwa-peristiwa
dalam novel ini terjadi dalam tiga tempat, yakni Yoroidi, Kyoto dan New York.
Kyoto dalam novel ini lebih spesifik lagi ditempatkan
di Tominaga-cho di distrik Gion, yang merupakan salah satu pusat Geisha yang
terkenal di Jepang pada saat itu. Pada umur 9 tahun Sayuri datang ke Kyoto dan
menetap disana kira-kira 28 tahun. Keadaan Kyoto dalam novel ini terjadi pada
tahun 1930 sampai 1940-an yang dalam kurun waktu tersebut telah menjadi salah
satu kota besar di Jepang. Wilayahnya terdiri dari jalan-jalan yang besar, kiri
dan kanannya berjejer rumah dan bangunan-bangunan besar. Karena telah
mempergunakan listrik, di tepi jalan juga sudah menggunakan lampu-lampu kota
yang indah.
Kyoto memiliki penduduk yang cukup padat sehingga di
seputaran kota dapat dilihat orang banyak berlalu-lalang, sepeda, mobil, dan
truk. Selain itu stasiun kreta api merupakan salah satu sarana transportasi
antar daerah yang utama pada saat itu.
Jalannya membentang dan berblok-blok, ditepinya berderet rumah-rumah
kayu yang berdempetan, yang sebagian besarnya adalah Okiya yaitu rumah-rumah
Geisha. Sedangkan distrik Gion itu sendiri merupakan daerah Kyoto yang dibelah
oleh sungai shirakawa.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar